221103082405-citiz.jpg

(Foto: @republika)

Relokasi Pasar Baleendah Harus Dikaji Ulang

Pemerintah Kabupaten Bandung menerima audiensi Paguyuban Pedagang Pasar Baleendah terkait relokasi pedagang kaki lima. Saat ini pasar Baleendah telah membangun 300 unit kios, namun kios yang ada tidak mencukupi karena jumlah pedagang mencapai 600 orang.

Ketua Paguyuban, Indra Sukoco mengatakan, para pedagang tidak keberatan dengan rencana relokasi tersebut, namun harus diperhatikan segala sesuatunya.

"Dalam proses pembangunannyapun para pedagang mempunyai hak untuk mengetahui sebelum relokasi dilakukan serta harus dikaji ulang dalam hal kematangannya", ujarnya.

Ada beberapa tuntutan yang disampaikan oleh para pedagang, mereka meminta direlokasi karena lokasi yang baru dibangun jumlahnya tidak memadai, tidak adanya lahan parkir bagi para konsumen, tidak optimalnya terminal, tidak ada penerangan jalan umum, dan lain-lain.

Pasar Baleendah tempatnya tidak nyaman, apalagi saat musim hujan, jalannya becek dan menggenang air sehingga tercium bau busuk dari limbah sayuran.

Dalam pembangunan pasar harus diperhatikan fasilitas dan mekanisme pasar yang sehat dan adil serta memberkan maslahat bagi semua pihak, dan ini merupakan kewajiban negara yang berperan penuh dalam meriayah dan melayani rakyatnya, bersungguh-sungguh dalam mengemban amanah, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW dan para Khalifah sesudahnya.

Sebagai pemimpin yang adil dan bijaksana, mampu memberikan solusi yang tepat dari setiap permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan, sehingga rakyatnya selalu dalam keadaan aman, damai, dan sejahtera. Allahu'alam bishowab.

Pengirim: Indun Triparmini (Ibu rumah tangga)

Editor: Ibnu
©2022 PRIANGANPOS.COM

Komentar