210705132119-proye.jpg

(Foto: Ilustrasi)

Sekcam: Ibarat Kita Langganan Cukur Rambut

Proyek di Kecamatan Cibeunying Kidul Banyak Dikerjakan oleh Pihak Luar

Oleh TJI

Banyaknya pertanyaan dan kecemburuan sosial yang terjadi di Kecamatan Cibeunying Kidul, salah satunya diduga disebabkan oleh kebijakan Camat sekarang menjabat dan disinyalir selalu memberikan berbagai kegiatan infrastruktur ataupun pengadaan terhadap pengusaha/pihak ke-3 yang berdomisili di luar Kecamatan tersebut.

Berdasarkan kabar yang beredar, pihak ke-3 tersebut berinisial AS dan merupakan warga Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung, dan ada yang mengatakan bahwa dia merupakan orang bawaan atau pendukung Camat.

Bahkan ada kabar juga bahwa AS juga yang mengerjakan setiap pemeliharaan kantor Kecamatan serta beberapa Kantor Kelurahan yang ada diwilayah itu.

“AS merupakan orang bawaan dan kepercayaan dari Camat Aris itu sendiri”, kata salah satu sumber.

“Saya orangnya pak Camat”, kata AS kepada awak media saat mengerjakan kegiatan di Kantor Kelurahan Cikutra.

Saat awak media mengunjungi Kantor Kecamatan Cibeunying Kidul dan menemui Sekretaris Camat (Sekcam), yang bernama Edi untuk memastikan kebenaran dari kabar tersebut. Sekcam pun mengatakan bahwa yang mengerjakan Taman didepan serta dibelakang Kantor Kecamatan adalah AS.

“Yang mengerjakan pak AS”, tutur Sekcam.

Kemudian saat wartawan mempertanyakan mengenai kenapa harus AS dan kenapa tidak dikerjakan oleh putra daerah?, Sekcam menjawab bahwa itu kebijakan dari pak Camat.

“Itu merupakan kebijakan dari pak Camat, dan proyek itu ibarat kita dicukur rambut. Kalau kita sudah cocok dan berlangganan untuk mencukur rambut disatu tempat, maka kita akan terus berlangganan untuk mencukur rambut ditempat itu, karena kita sudah merasa nyaman dan cocok. Begitupun mengenai proyek, karena kita merasa cocok dan merasa nyaman terhadap orang tersebut, maka proyek itu akan diberikan terus terhadap orang itu”, papar Sekcam.

Banyak pihak yang menyayangkan pernyataan dari Sekcam itu, karena hal ini bukan mengenai dicukur rambut. Akan tetapi mengenai anggaran dari pemerintah dan pembangunan daerah. Selain itu, beberapa pihak mempertanyakan, apakah didaerah tersebut tidak memiliki pengusaha yang berpotensi serta berkualitas yang bagus?.

“Pernyataan itu tidak pantas dilontarkan oleh seorang Sekretaris Camat, harusnya Sekcam lebih cerdas dan bijaksana dalam berbicara. Selain itu, jika banyak proyek yang dikerjakan oleh orang luar daerah sini atau orang bawaan ataupun pendukung Camat, bagaimana dengan putra daerah sini, yang jelas orang sini dan warga Kota Bandung?, apakah Orang-orang di sini buruk semua, tidak memiliki kualitas, tidak boleh bekerja dan berkarya didaerahnya sendiri?, kata salah seorang putra daerah yang belum disebutkan namanya.

Saat dikonfirmasi kembali melalui pesan Whatsapp, Sekcam pun menjawab demikian: “Siap trim konfirmasinya, klo saya ceritakan tukang cukur itu hanya memberikan gambaran, gambarannya pun bukan masalah, tapi kepercayaan, kepercayaan bahwa dia akan dapat mengerjakan dengan baik, dari mana kita tahu pengerjaannya baik, karena kita tahu hasil pekerjaan sebelumnya. Klo saya beri gambaran tersebut kan pada saat itu kita sedang ngobrol biasa, tujuan biar familiar dan mudah dimengerti. Dalam kontek yang sebenarnya tentu saja tidak ada istilah “nyaman”, yang ada adalah bagaimana memastikan kegiatan yang menjadi tanggung jawab kita dapat terlaksana dengan baik”.***

Seluruh materi dalam naskah ini merupakan tanggung jawab pengirim. Gugatan, somasi, atau keberatan ditujukan kepada pengirim.

Komentar