Penyempitan Sungai Akibatkan Banjir
Opini - Kamis, 20 Juli 2023

Foto: Ist
Ilustrasi
Oleh Indun Tri parmini*
Beberapa waktu yang lalu bencana banjir menerjang tiga Desa di kabupaten Bandung, tepatnya di kampung Ciseah dan area pekuburan kubang di Desa pamentasan, sebagian kampung muara dan area pesawahan Blok Bojong Nangka di Desa kopo kecamatan kutawaringin, serta sebagian kampung Lebak Muncang dan kampung Murci di Desa Cilampeni kecamatan katapang.
Kondisi ini sudah sering terjadi sehingga membuat masyarakat yang tinggal di bantaran sungai menjadi trauma, di saat musim penghujan tiba curah hujan tinggi sudah pasti terjadi banjir dan kadang memakan korban jiwa.
Banjir bandang ini kerap terjadi akibat penyempitan sungai karena adanya pembangunan pabrik-pabrik yang tidak memperhatikan lingkungan sekitar, selain itu adanya alih fungsi lahan di daerah tangkapan air di sungai Ciwidey, di kawasan hulu sungai Ciwidey kini telah berjamur tempat wisata dan perkebunan tanaman lunak.
Material sampah yang terbawa arus membuat sungai menjadi dangkal ketika curah hujan tinggi sungai tidak bisa menampung debit air sehingga air meluap ke pemukiman penduduk di kampung Lebak Muncang dan kampung lainnya di sepanjang aliran sungai Ciwidey.
Permasalahan ini bukan hal yang baru maka dari itu harus di cari akar permasalahannya sehingga bisa di cari solusi tuntas agar banjir tidak terjadi lagi. Semua ini perlu peran dari semua pihak baik masyarakat maupun pemerintah setempat serta pihak-pihak tetkait yang berwenang mengeluarkan perijinan IMB maupun AMDAL untuk melakukan kajian ulang dan turun ke lapangan meninjau keadaan tersebut.
Kepedulian terhadap lingkungan terus di tanamkan pada diri masyarakat agar kelestarian alam tetap terjaga, selain itu perlu mengembalikan fungsi bantaran sungai dari hulu sampai ke hilir agar dapat meminimalisir terjadinya banjir bandang. Wallahu a'lam bishowab.
*) Penulis adalah Ibu Rumah Tangga tinggal di Kabupaten Bandung
Penulis/Pewarta: Penulis Lepas
Editor: Ibnu
©PRIANGANPOS.COM 2023