Krisis Air Melanda Beberapa Daerah, Sinergi Foundation Alirkan Wakaf Air di Tasikmalaya
Ragam - Jumat, 8 September 2023

Foto: Sinergi Foundation/dok
TASIKMALAYA, PRIANGANPOS.COM - Saat ini beberapa wilayah di Jawa Barat dan beberapa daerah lainnya sedang terjadi krisis air. Masyarakat kesulitan untuk memperoleh air terlebih air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Berangkat dari hal tersebut, Sinergi Foundation berencana membangun wakaf sumur di beberapa daerah.
Kampung Cirancana, Desa Kersamaju, Kecamatan Cigalontang, Tasikmalaya adalah satu dari banyaknya wilayah yang mengalami kesulitan air. Hampir 90% pemukiman warga di kampung tersebut tak memiliki toilet. Selama bertahun-tahun warga memanfaatkan air dari sisa pengairan sawah dari kampung tetangga di pacilingan. Sebuah bilik toilet umum yang dibangun diatas kolam ikan yang digunakan untuk mandi, mencuci, dan mengairi pekarangan.
Ketua RT. 01/RW. 03, Kampung Cirancana, Kecamatan Cigalontang, Tasikmalaya, Deli menuturkan bahwa ia kerap menerima keluhan atas air yang kotor.
“Warga banyak yang mengeluh karena airnya bau dan kotor kalo di atas lagi pengairan sawah. Warga ngerasa jijik, gak bisa dipakai sama sekali airnya”, kata Deli, Minggu (03/09).
Ia menambahkan, warga juga harus menunggu dua sampai tiga jam hingga air tidak keruh lagi.
Seorang warga Kampung Cirancana, Heni seorang ibu rumah tangga terpaksa bertahan ditengah kesulitan air bertahun-tahun. Minimnya pasokan air dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, membuat Heni harus membawa jerigen bolak balik menempuh jalan setapak ratusan meter. Lantaran terdapat dua sumber air berbeda, hanya ada satu aliran air yang bisa mereka gunakan untuk kebutuhan memasak dan minum sehari-hari.
Sedangkan untuk kebutuhan mencuci, mandi dan kegiatan sanitasi lainnya, mereka harus mengambil dari bilik toilet umum yang airnya berasal dari pengairan sawah.
Sama halnya dengan kebutuhan air di Pesantren Takwinul Umah. Keberadaan toilet sebagai sarana MCK untuk ratusan santri tak bisa terpenuhi secara ideal. Akibatnya, tak jarang antrian toilet memakan waktu hingga 1 jam. Kondisi ini membuat proses pendidikan terhambat, terlambat masuk kelas hingga tak bisa ibadah shalat di awal waktu secara berjamaah.
“Di pesantren kalau gak ada air suka ngantri, antrinya bisa sampai satu jam kalau gak rebutan. Suka kesiangan untuk sekolah, sholat jadi ketinggalan buat berjamaah (masbuk),” kata santri ikhwan (laki-laki) Pesantren Takwinul Umah, Insan Fauzan Muzaffar, Senin (04/09/2023).
Pemanfaatan air bagi santri Takwinul Umah tak hanya kebutuhan bersuci dan konsumsi saja. Para santri berinisiasi untuk mandiri pangan dengan berternak, budidaya jamur dan tanaman pangan lainnya.
“Kegiatan santri selain mandi, nyuci dan masak, ada yang berkebun, siram siram tanaman di lingkungan pesantren. Ada yang suka bantuin tukang bangunan. Beternak juga ada, dalam satu minggu ada yang suka mandiin hewan ternaknya,” lanjut Ihsan.
Kampung Cirancana dan Pesantren Takwinul Umah adalah dua dari banyaknya wilayah yang alami kesulitan air untuk penuhi kebutuhan harian. Kesulitan air bersih selain kurangnya mata air, juga fasilitas penunjangnya yang jauh dari kata layak. Menanggapi krisis air diatas, Sinergi Foundation berikhtiar untuk mencukupkan kebutuhan mereka dengan membangun sumber air.
Dalam perjalanannya, program wakaf air Sinergi Foundation telah mengalir di berbagai wilayah. Diantaranya kawasan pendidikan Kuttab Al-Fatih Cileunyi Kabupaten Bandung, kawasan Firdaus Memorial Park Bogor, Kp. Cihawuk, Kab. Bandung, dan Kp. Leuwinanggung, Cianjur. Hingga kini, Sinergi Foundation kembali berikhtiar bangun wakaf air di Pesantren Takwinul Umah. ***
Penulis/Pewarta: Muhamad Basuki
Editor: Ibnu
©PRIANGANPOS.COM 2023