Kemenag Kota Bandung Terima Dana GMM 31 Miliar dari Pemkot Bandung

Bandung Raya - Senin, 29 November 2021

211129160852-depag.jpg

Foto: Istimewa

BANDUNG, PRIANGANPOS.COM - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bandung mendapat dana Gerakan Magrib Mengaji (GMM) dari Pemkot Bandung sebesar 31 miliar rupiah.

Terkait penyaluran, Kemenag menyerahkan sepenuhnya teknis pelaksanaan pembagian atau penyaluran penerima hibah ini kepada GMM Kecamatan.

Dalam keterangannya, Humas Kemenag Kota Bandung Agus Sarifudin menyampaikan, sekitar 31 miliar dana yang diterima, dialokasikan kepada sekitar tiga ribu orang se-Kota Bandung dan mendapatkan 300 ribu perbulan.

"Adapun kriteria yang mendapatkan, itu ditentukan oleh pengurus GMM Kecamatan. Pada prinsipnya kami di sini hanya berbicara tataran yang sifatnya secara umum. Penerima akan mendapat bantuan ketika betul penerima merupakan guru ggaji, dibuktikan oleh DKM setempat, penerima mengajar di situ ada aktivitasnya, kami tidak membedakan gender, tidak melihat umur dan sebagainnya,” ujar Agus saat konfirmasi awak media di kantornya, Senin (29/11/21).

Agus menambahkan, bahwa yang menentukan layak tidaknya penerima mendapatkan bantuan itu adalah GMM Kecamatan.

“Terkait dengan jumlah keseluruhan se-Kota Bandung belum bisa mencover semuanya mungkin hanya beberapa saja. Jika didata keseluruhan mungkin akan lebih dari 3000 penerima, kemudian teknisnya bisa nanti dikonfirmasikan ke GMM Kecamatan. Contohnya ketika 1 mesjid ada 5 penerima sementara quotanya hanya 2 penerima maka harus bisa memakluminya, biar nanti tahun depan dapat digilir atau skemanya yang mendapat bantuan nanti dibagi dengan rekannya secara merata,” ujar Agus.

Agus menjelaskan, hal tersebut menimbulkan kekecewaan kepada yang belum mendapatkan, jadi pada intinya hal ini dapat dikomunikasikan secara langsung dengan pihak GMM Kecamatan.

"Jika memang ada temuan di lapangan, kami di sini sifatnya seperti yang disebutkan tadi, selama penererima memenuhi kriteria kami ACC, sementara penunjukannya langsung nanti dari GMM Kecamatan dan untuk pendistribusian dananya itu dikirim via tranfer dan diambil oleh si penerima manfaat langsung,” tambah Agus.

Sementara, sumber di Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bandung memaparkan, bahwa benar anggaran hibah yang diterima Kemenag Kota Bandung sebanyak 31 miliar rupiah untuk disalurkan ke guru ngaji yang ada di Kota Bandung per RWnya 300 ribu per bulan, tetapi ada beberapa guru ngaji yang memang belum mendapatkan upah dari Kemenag. ***

Penulis/Pewarta: Muhamad Basuki
Editor: Ibnu
©PRIANGANPOS.COM 2021