220620184000-teuku.jpeg

(Foto: Sinergi Foundation/dok)

Mewah Tapi Gratis untuk Orang Miskin

Teuku Wisnu - Arie Untung Kagum dengan Skema Pemakaman Muslim Firdaus Memorial Park

BANDUNG, PRIANGANPOS.COM - Pertumbuhan angka kematian yang tidak sebanding dengan ketersediaan lahan pemakaman, membuat bisnis pemakaman tumbuh subur di Indonesia.

Banyak yang berlomba-lomba membangun pemakaman mewah untuk diperjual belikan. Kepada, tentu saja hanya orang-orang kaya.

Harga yang dibanderol mahal itu tidak lain untuk memfasilitasi penguburan jenazah di lahan yang mewah dengan dilengkapi berbagai fasilitas.

Namun sayangnya, failitas pemakaman mewah tersebut hanya bisa dinikmati kaum borjuis. Sementara untuk kaum dhuafa, jangankan untuk memakamkan keluarga, bahkan untuk biaya hidup saja seringnya tertatih.

Untuk permasalahan ini, Islam menyediakan solusi yang tepat, yaitu dengan skema wakaf. Di masa kejayaan Islam dahulu, orang-orang miskin terjamin hidupnya berkat kebijakan wakaf, termasuk dalam hal pemakaman.

Inilah konsep yang diusung oleh Taman Pemakaman Muslim Firdaus Memorial Park (FMP) yang sempat dikunjungi oleh selebriti dan influencer Muslim tanah air, Teuku Wisnu dan Arie K Untung beberapa waktu lalu.

Di lingkung suasana asri yang dikelilingi pepohonan hijau dan bunga-bunga indah, FMP berdiri. Udara sejuk disekelilingnya seolah melengkapi keindahan pemakaman yang dibangun di areal wakaf itu.

Keindahan pemakaman FMP ini barangkali sekaligus mematahkan dua persepsi yang seringkali berkembang tentang pemakaman di tengah masyarakat.

Pertama, meski tempat bersemayamnya banyak jenazah, FMP jauh dari kesan mistis. Kedua, meski terlihat mewah, FMP bukanlah pemakaman khusus orang kaya.

"Masya Allah, biasanya kalau ke kuburan ada rasa ngeri, seram, tapi disini sebaliknya. Kita ngerasa tenang bahkan nyaman. Gak ada kesan angker sama sekali", komentar Teuku Wisnu saat menapaki kaki ke lahan FMP 1 di Cikalong Wetan, Kab. Bandung Barat.

FMP sejak awal berdiri (2013), adalah sebentuk kepedulian akan minimnya dan mahalnya lahan pemakaman untuk kaum dhuafa. Harga kematian yang harus dibayarkan kaum dhuafa bisa jadi sebanding dengan biaya hidup bulanan bagi mereka.

Maka diusunglah skema wakaf dalam pemakaman ini. Seperti hakikat wakaf pada dasarnya, yaitu investasi harta dari para pewakaf untuk dialirkan manfaatnya kepada yang berhak menerima.

Betul, yang bisa menikmati pemakaman ini bukan hanya para pewakaf yang mewakafkan hartanya, tetapi juga diperuntukkan bagi kaum dhuafa secara gratis.

"Ini pemakaman jadi solusi banget buat kita semua. Kalo ada istilah yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin. Ini beda. Yang kaya bisa bantu yang miskin menikmati fasilitas yang sama", ungkap Arie Untung menambahkan.

Untuk menghindari stratifikasi sosial, para pewakaf tidak bisa memesan lahan khusus sesuai kemauannya. Karena pemakaman dibuat sama, tidak ada yang membedakan satu sama lain.

Sehingga FMP jauh dari kesan bisnis pemakaman atau membisniskan kematian. Melainkan wakaf yang bisa mengalirkan kebaikan bagi bagi banyak orang.

Firdaus Memorial Park sendiri masuk ke dalam program bundling wakaf bernama 9 in 1 Wakaf (Nine in One Wakaf) yang dikelola oleh lembaga wakaf Sinergi Foundation.

Dengan berwakaf di program ini, tak hanya mendapatkan benefit dimakamkan di FMP tetapi juga menyediakan lahan pemakaman untuk kaum dhuafa sekaligus turut berwakaf untuk 9 program wakaf yang akan menghadirkan pahala yang terus mengalir buat pewakaf.***

Penulis/Pewarta: Muhamad Basuki
Editor: Ibnu
©2022 PRIANGANPOS.COM

Komentar