Kondisi Cuaca Ekstrem, Jalur Pendakian Gunung Salak Ditutup

Reporter: Abu Hafizh | Jumat, 3 Januari 2020 | 00:13 WIB

radarsukabumi.com

Sejumlah petugas pada saat berjaga-jaga dijalur pendakian Gunung Salak beberapa waktu lalu.

PRIANGANPOS.COM - Setelah sebelumnya, pendakian Gunung Gede Pangrango ditutup, kini giliran pendakian Gunung Halimun Salak yang menutup akses pendakian. Hal ini menyusul dikeluarkannya surat edaran penutupan jalur pendakian oleh Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) selaku pengelola kawasan Gunung Halimun Salak.

Berdasarkan informasi yang diterima surat edaran langsung ditandatangani Kepala Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Ahmad Munawir. Dalam surat itu dijelaskan penyebab ditutupnya jalur pendakian Halimun Salak untuk sementara.

Sementara itu, Yusri selaku perwakilan petugas TNGHS Joni membernarkan surat edaran tersebut. Sesuai dengan isi surat penutupan dikarenakan kondisi cuaca ekstrem. “Ia ditutup mulai 30 Desember 2019 kemarin, kalau waktunya dibukanya sampai waktu yang belum bisa ditentukan, “terangnya.

Dalam surat edaran tersebut dituliskan laporan kegiatan Gunung Salak bulan November 2019 Pos Pengamatan Gunung Api Salak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi Kementerian Snergi dan Sumber Daya Mineral menyatakan bahwa status Gunung salak dalam keadaan normal level 1. Rekomendasinya masyarakat atau pengunjung untuk tidak mendekati kawah terutama pada musim hujan.

Berdsasarkan nota dinas Kepala Seksi PNTW III Sukabumi no.78/T.14/SPTNWIII/DTN/12/ 2019 tentang penutupan jalur pendakian Gunung Salak menyatakan bahwa kondisi cuaca pada jalur pendakian Gunung Salak cukup ekstrem dengan intensitas hujan tinggi dan potensi petir yang mengancam keselamatan pengunjung. Di Gunung Salak juga terdapat jalur pendakian dalam kondisi rusak.

Berdasarkan butir di atas maka Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak memberlakukan penutupan jalur pendakian Gunung Salak dan objek wisata Kawah Ratu mulai 30 Desember 2019 hingga kondisi kondusif untuk dilakukan pebukaan kembali.

Sementara terpisah, Staf Humas Balai TNGHS, Widi Juwono menjelaskan, penutupan jalur pendakian Salak I dilakukan mengingat kondisi cuaca cukup ekstem dengan intensitas hujan tinggi dan potensi petir yang dapat mengancam keselamatan pendaki. Selain itu, terdapat jalur pendakian dalam kondisi rusak dan rawan longsor.

“Pos Pengamatan Gunungapi Salak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi juga merekomendasikan untuk menutup objek wisata Kawah Ratu, karena saat hujan sangat berbahaya mendekati kawah,” terang Widi, Dirinya mengatakan informasi penutupan jalur pendakian sudah disebar ke pihak yang berkepentingan, baik kepada Muspika di sekitar jalur pendakian maupun instansi pemerintah daerah.

Widi menyebutkan ada dua jalur resmi pendakian Gunung Salak yaitu jalur pendakian Cangkuang Cidahu Kawahratu, Sukabumi dan jalur pendakian Pasi Reungit, Gunung Salak Endah, Bogor. “Untuk jalur pendakian Cimelati masih proses pembangunan, jadi belum aktif,”tukasnya.

Bagikan melalui:

Berita Lainnya