Pemkot Bandung Resmi menerapkan AKB yang Diperketat

Reporter: Administrator | Sabtu, 12 September 2020 | 09:54 WIB

Wali Kota Bandung, Oded M. Danial

www.prianganpos.com BANDUNG - Adaptasi Kebiasan Baru (AKB) merupakan istilah yang digunakan Pemprov Jabar terkait New Normal. AKB ini merupakan kebiasaan baru bagi warga Jawa Barat selama masa Pandemi Covid-19 atau sebelum obat dan vaksin Covid-19 ditemukan.

Kebiasaan sehari-hari diubah dan protokol kesehatan diterapkan secara disiplin. Kunci dalam Adaptasi Kebiasaan Baru adalah disiplin dan kewaspadaan individu sehingga bisa hidup, aman, sehat, dan tetap produktif.

Begitu pula, pemerintah Kota Bandung resmi menerapkan adaptasi kebiasaan baru (AKB) yang diperketat.

Keputusan ini diambil setelah menggelar rapat terbatas bersama forum pimpinan komunikasi daerah (Forkopimda), di Ruang Tengah, Balai Kota Bandung, Jumat (11/9/2020).

Wali Kota Bandung, Oded M Danial mengatakan, keputusan itu diambil karena saat ini penyebaran virus corona di Kota Bandung relatif masih terkendali, sehingga tidak perlu kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Penerapan AKB yang Diperketat ini akan dimulai dari Senin 14 September 2020, hingga dua minggu ke depan.

Dalam AKB yang Diperketat nantinya tim dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung bakal langsung menerapkan sanksi kepada pelanggar.

Nantinya, kata Oded, pengawasan terhadap tempat hiburan, restoran dan sektor lain yang sudah diberikan izin operasional akan diperketat.

Jika ditemukan pelanggaran, kata Oded, petugas bakal langsung menerapkan sanksi tegas.

"Penegakan hukum lebih maksimal, kami tidak akan ragu membubarkan secara paksa, membekukan izin, sampai mencabut izin operasional jika ada yang melebihi jam operasional," ujar Oded, saat jumpa pers, di Balai Kota Bandung, Jumat (11/9/2020).

Saat ini, kata dia, reproduksi penyebaran Covid-19 di Kota Bandung berada diangka 0,81 masuk dalam zona orange dan relatif masih terkendali kasus penyebarannya.

"Kota Bandung saat ini berada di zona oranye, artinya resiko sedang. Angka reproduksi kita saat ini adalah 0,81. Masih di bawah 1, artinya kasus COVID-19 masih terkendali," katanya.

Bagikan melalui: