Kota Bandung Sosialisasikan Protokol Kesehatan Dengan Cara yang Unik

Reporter: Administrator | Kamis, 17 September 2020 | 13:01 WIB

Jalan A.H Nasution RT 6 RW 6 Kelurahan Pasir Endah, Kecamatan Ujung Berung, Kota Bandung ada dua patung menggunakan APD lengkap seperti pakaian hazmat, face shield, topi, sepatu boot dan name tag bertuliskan Satgas COVID menjaga pintu masuk komplek Sukup Baru.

www.prianganpos.com BANDUNG - Seluruh kecamatan di Kota Bandung sudah dinyatakan terpapar positif COVID-19. Berbagai upaya sosialisasi protokol kesehatan tetap digencarkan salah satunya dengan memasang patung ber-APD.

Di Jalan A.H Nasution RT 6 RW 6 Kelurahan Pasir Endah, Kecamatan Ujung Berung, Kota Bandung ada dua patung menggunakan APD lengkap seperti pakaian hazmat, face shield, topi, sepatu boot dan name tag bertuliskan Satgas COVID menjaga pintu masuk komplek Sukup Baru.

Tidak hanya itu, kedua patung tersebut memanggul peti mati yang diketahui saat ini digunakan bagi warga yang meninggal akibat COVID-19. Di peti tersebut, terdapat tulisan 'Waspada COVID-19 Sayangi Anda & Keluarga Anda' sebagai pengingat bagi siapapun yang melintas di jalan tersebut.

Lokasi yang berdekatan dengan jalan utama membuat patung tersebut menjadi pusat perhatian dan strategis sebagai upaya sosialisasi protokol kesehatan.

Pemasangan 'mannequin' yang ada sejak Minggu (13/9) tersebut mendapatkan respon positif dari warga lokal. Salah satunya Rafiq Abdul mengatakan, saat melihat patung tersebut kewaspadaan terhadap COVID-19 lebih ditingkatkan lagi.

"Lebih ditingkatin lagi karena sebelum liat juga udah nerapin protokol itu seperti pakai masker kemana-mana, sarung tangan sama hand sanitizer. Yang paling penting membatasi diri ke tempat kerumunan," katanya saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, patung tersebut bisa menjadi imbauan untuk orang-orang yang belum sadar akan pentingnya menjaga kesehatan tubuh dan melakukan proteksi diri sebaik mungkin. "Bisa jadi pengingat juga buat orang-orang yang belum ngeuh soal protokol kesehatan. Masker sih yang paling penting dan sederhana," tuturnya.

Rafiq mengatakan, patung yang dibuat oleh warga tersebut diharapkan mampu menjadi simbol pengingat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Bagus apalagi yang bikinnya warga jadi bisa dicontoh warga lain biar bisa jadi simbol pengingat dengan cara apapun tidak harus sama," ujarnya.

Selain memasang patung, warga Sukup Baru juga memberlakukan pembatasan tamu pendatang. Adapun jika ada pendatang, pihaknya meminta agar melakukan pelaporan kepada petugas kewilayahan.

Bagikan melalui: