210729124645-bor-d.jpg

(Foto: Humas DPRD Kota Bandung)

BOR di Rumah Sakit Bandung Mulai Turun, Ketua Dewan Ajak Publik Vaksin dan Jaga Prokes

BANDUNG, PRIANGANPOS.COM - Keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) khusus pasien Covid -19 di rumah sakit Kota Bandung terpantau menurun. Sejumlah rumah sakit mengalami penurunan jumlah pasien Covid-19 bergejala sedang dan berat dibandingkan beberapa minggu sebelumnya.

Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan, A.T., M.M., mensyukuri kondisi Kota Bandung yang mulai menurunkan tingkat kesibukan penanganan pasien Covid -19 di sejumlah rumah sakit. Ia berharap warga Kota Bandung tetap menjaga ketaatan dalam menerapkan protokol kesehatan, serta segera melakukan vaksinasi Covid -19.

“Yang kita butuhkan saat ini adalah upaya bersama untuk tetap menjaga prokes dan segera divaksin. Kondisi penurunan BOR di rumah sakit merupakan hasil pencapaian tenaga kesehatan dan juga warga Bandung yang taat prokes,” tutur Tedy, seusai menghadiri tahapan vaksinasi Covid-19 pertama bagi warga berusia 12-17 tahun, di Gedung PKK Kota Bandung, Rabu (28/7/2021).

Di hari yang sama, Tedy melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Khusus Ibu Anak (RSKIA) Kota Bandung. Kepada Tedy, Direktur RSKIA Kota Bandung dr. Taat Tagore mengungkap jumlah pasien Covid-19 yang terus berkurang.

RSKIA Kota Bandung menyediakan 150 tempat tidur untuk menangani pasien Covid-19 secara khusus. BOR khusus pasien Covid-19 ini pernah terisi sampai 150, belum lagi tambahan pasien yang ditangani di IGD. Kini, keterisian tempat tidur Covid-19 hanya di kisaran 50 pasien.

Masa-masa puncak gelombang pasien Covid-19 di seluruh rumah sakit di Kota Bandung juga ditambah beban pasokan oksigen yang terkendala. Belum lagi tenaga kesehatan yang ambruk oleh sakit dan kelelahan.

“Pasien di RSKIA saja sekarang di angka 50. Lalu lintas pasien ke IGD juga relatif menurun. Ketersediaan oksigen di Bandung juga sudah mulai stabil. Sekarang tim nakes juga relatif bisa memulihkan energi, menarik nafas dahulu, mudah-mudahan terus terkendali. Apresiasi tinggi bagi tim medis,” tutur Tedy.

Rumah sakit di Kota Bandung telah melewati masa kritis penanganan pasien Covid-19. Tedy begitu berharap kondisi ini terus berangsur membaik. Tidak ada lagi lalu lintas ambulans yang sangat ramai, tidak ada lagi kepadatan di IGD.

Tedy menuturkan, kondisi ini melambungkan asa bagi Kota Bandung untuk segera pulih dari jeratan pandemi. Namun, karena pandemi belum sepenuhnya usai, Tedy berharap warga tetap menjaga ketat prokes hingga sebaran Covid-19 betul-betul lenyap.

Untuk mendukung tujuan itu, misi terbentuknya kekebalan kelompok (herd immunity) harus tercapai. Dengan tersebarnya lokasi vaksinasi Covid-19, Tedy mengajak seluruh warga untuk segera mendapatkan vaksin.

“Setelah vaksin, tetap harus memerhatikan 5 M ini, menjaga jarak, memakai masker, mengurangi aktivitas, menghindari kerumunan, karena tidak menutup kemungkinan potensi varian Delta yang masih terdeteksi,” ujar Tedy.***

Penulis/Pewarta: Ibnu
Editor: Ibnu
©2021 PRIANGANPOS.COM

TAGS:

Komentar