210820162934-dewan.jpg

()

Dewan Minta Bantuan Pendidikan untuk Sekolah Diperhatikan

BANDUNG, PRIANGANPOS.COM - DPRD Kota Bandung meminta Pemkot Bandung agar bantuan pendidikan kepada setiap sekolah harus lebih diperhatikan. Hal ini disampaikan pada rapat lanjutan Badan Anggaran DPRD Kota Bandung terkait Expose Pembahasan RKUPA & PPAS Tahun Anggaran 2021 dan Evaluasi Gubernur terhadap PJP APBD Kota Bandung Tahun 2020, yang dilaksanakan di ruang rapat Paripurna, Kamis (19/8/2021).

Rapat dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Bandung yang juga Ketua Banggar DPRD, H. Tedy Rusmawan, AT, MM, Wakil Ketua Banggar Ade Supriadi S.E., dan Achmad Nugraha, DH., SH., serta diikuti secara langsung oleh anggota Banggar DPRD baik langsung maupun melalui teleconference.

Dari Pemerintah Kota Bandung, hadir Sekda Kota Bandung Ema Sumarna. Melanjutkan pembahasan pada hari sebelumnya, Wakil Ketua Banggar DPRD Achmad Nugraha meminta agar proses penyelenggaraan bantuan kepada setiap sekolah hendaknya lebih disosialisaikan kepada Institusi sekolah.

“Bantuan tersebut digunakan untuk membantu masyarakat pada masa sulit ini. Jangan sampai terdengar oleh kami adanya ijazah ditahan lagi karena permasalahan pembayaran uang sekolah,” ujarnya.

Anggota Banggar DPRD H. Erwin SE., berharap pemberian upah bagi Tenaga Harian Lepas (THL) juga mendapat perhatian.

“Rasa kemanusiaan harus dikuatkan. Kita harus mengedepankan hal-hal yang mendasar dan pokok bagi masyarakat khususnya upah bagi Tenaga Harian Lepas (THL), dan menahan hal hal yang bersifat tidak urgent," katanya.

Sedangkan Anggota Banggar Aan Andi purnama, SE., menekankan bahwa dalam penganggaran di tengah pengetatan anggaran perlu ada prioritas bagi THL di setiap tingkatan.

“Jangan sampai honor THL baik di kelurahan, kecamatan ataupun dinas-dinas lainnya seperti Satpol PP dikorbankan. Kita harus bijak dalam mengambil keputusan di kondisi seperti ini, dan harus mengutamakan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Sementara Anggota Banggar Rizal Khairul dan Yusuf Supardi mencermati bagian-bagian terkait belanja yang terkadang tidak akurat. Keduanya mengusulkan kepada pimpinan untuk memanggil beberapa Organisasi Pemerintahan Daerah (OPD) untuk mengoreksi kembali rencana anggaran belanja yang dinilai kurang realistis.

“Untuk pembahasan kita hari ini secara umum anggaran belanja daerah sudah disepakati tidak terlalu banyak berubah dari sebelumnya, hanya ada beberapa yang digeser,” ujar Tedy Rusmawan, menutup rapat tersebut.***

Penulis/Pewarta: Tim Priangan Pos
Editor: Ibnu
©2021 PRIANGANPOS.COM

TAGS:

Komentar