220605155826-agus-.jpeg

(Foto: Humas DPRD Kota Bandung)

Agus Gunawan Minta PT PP Tangani Potensi Timbulan Masalah di Fly Over Kopo

BANDUNG, PRIANGANPOS.COM - Anggota Komisi B yang juga Ketua Bapemperda Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung Agus Gunawan mengikuti rapat koordinasi membahas perkembangan proyek Fly Over Kopo, di Aula Kecamatan Bojongloa Kidul, Senin (30/5/2022).

Rapat koordinasi tersebut menyoroti serangkaian penuntasan masalah di sekitar pembangunan Fly Over Kopo seperti peningkatan jalan, lampu dan rambu pendukung lalu lintas, bahu jalan, marka jalan, drainase, hingga area di kolong jalan layang.

Agus Gunawan mengatakan, pembangunan infrastruktur pengurai kemacetan itu menimbulkan potensi permasalahan di masa mendatang. Di saat pembangunan, muncul persoalan PMKS, angkot ngetem pemicu macet, hingga parkir liar bus dan truk.

Di samping itu, Agus melihat masih adanya banjir di sejumlah titik di sekitar jalan layang yang membutuhkan perbaikan saluran drainase. Seiring dengan dibangunnya struktur penopang jalan layang, proyek yang dijalankan PT PP ini juga membenahi saluran drainase di jalan berstatus nasional itu.

"Mudah-mudahan dalam rapat kali ini mendapatkan solusi untuk permasalahan banjir maupun masalah lainnya," ujar Agus.

Di tengah rapat itu, Agus menyampaikan kekesalannya karena PT PP sebagai pelaksana proyek tidak hadir. Padahal rapat itu dihadiri unsur terkait seperti perwakilan RW, kewilayahan, kepolisian, dan TNI.

"Saya kecewa rapat kali ini kenapa pimpinan PTPP tak hadir dalam rapat,” tuturnya.

Agus menekankan pentingnya koordinasi antarlini di kewilayahan untuk menekan potensi timbulnya masalah di kemudian hari. Sejatinya rapat itu bisa mendesak PT PP untuk menyerap aspirasi dari berbagai pihak.

"Jangan sampai dari PT PP ini dalam pengerjaannya seenaknya saja. Yang dampaknya nanti akan ke masyarakat. Intinya koordinasi dulu dengan aparat kewilayahan seperti camat, lurah, kapolsek, danramil, dan pihak RW juga yang lebih banyak tahu permasalahan lingkungan," ucapnya.

Agus juga menyatakan kesepakatannya denga pihak kecamayan agar kolong jalan layang ini tidak diisi dengan taman dan lanskap. Area di bawah fly over disarankan untuk ditutup untuk menghindari penyalahgunaan lahan.

"Apalagi ini dekat terminal, kalau dibuka bisa dipakai dagang dan PMKS di situ hadir. Dan belum lagi kejahatan lainya yang akan timbul, jadi seharusnya itu ditutup agar fungsi keamanan bisa terjamin," katanya.

Sebelum diresmikan pada September 2022 nanti, Agus meminta PT PP melakukan pembebasan lahan di arah timur jalan layang, mulai dari BCC hingga ke Sungai Citepus.

"Jadi kalau dilihat dari arah timur fly over itu terlihat bengkok dan itu sangat membahayakan dan pembebasan lahan juga harus diselesaikan," ucapnya.* (Dani)

Penulis/Pewarta: Muhamad Basuki
Editor: Ibnu
©2022 PRIANGANPOS.COM

Komentar