ASOSIASI Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Garut menilai rencana pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH) oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut di Kecamatan Limbangan kurang tepat.
Bendahara APPSI Kabupaten Garut, Ceceng Ali Nurdin mengatakan, jika RPH tetap dibangun di sana (Limbangan), tempat tersebut berada di lokasi yang kurang representatif untuk mengakomodir lebih banyak pedagang daging di Kabupaten Garut, terutama yang beraktivitas di wilayah perkotaan maupun Garut Selatan.
"Kalau (RPH) dibangun di Limbangan itu kurang tepat. Sangat jauh dijangkau oleh pedagang seperti yang ada di Pasar Samarang, Kadungora, Leles, Wanaraja, apalagi yang ada di Cikajang," ujarnya, Jumat (3/1/2019).
Menurut Ceceng, kalau dibangun di Limbangan nanti yang datang ke sana itu hanya sebagian kecil saja yang ada di Limbangan. Sedangkan yang dari Cikajang, Samarang, dan yang lainnya tidak karena bebannya terlalu berat, selain juga tidak efektif dan efisien.
"Biaya akomodasi juga akan semakin mahal, dan jarak tempuh memakan waktu. Beda kalau di wilayah pertengahan, misalnya seperti wilayah Copong tentu akan lebih mudah diakses oleh semua pihak. Saya dengar Pemda punya aset disana (Copong)," ucapnya.
Ceceng menyebutkan, sedikitnya potensi peminat untuk datang ke RPH Limbangan juga tentunya akan berdampak pada target pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Garut. Ia pun mengingatkan, pembangunan RPH ini jangan sampai hanya menjadi monemen saja layaknya gedung PKL satu dan dua yang akhirnya dibiarkan terbengkalai begitu saja. Namun pembangunan RPH harus bisa membantu pedagang yang ada di Kabupaten Garut.
"Kalau yang di Pasar Ciawitali itu sudah kurang layak, disana sudah padat untuk dipakai tempat pemotongan hewan. Makanya perlu dibangun di kawasan perkotaan yang lebih refredentatif," katanya.
Ceceng menambahkan, pemerintah harus bisa membantu pedagang, terutama yang berskala kecil menengah. Selain itu, Ceceng juga meminta pembatasan peredaran daging (sapi-red) beku impor juga harus dilakukan.
"Karena sekarang daging impor itu lebih mendominasi ketimbang (daging) lokal. Itu menggerus pasaran para peternak lokal juga," ucapnya.
Ceceng Ali Nurdin: Pembangunan RPH di Limbangan Kurang Tepat

Rumah potong hewan (ilustrasi)
Penulis/Pewarta: Wahyu Adam
Editor: Ibnu
©2020 PRIANGANPOS.COM