211120131544-blok-.jpg

(Foto: Humas Pemkab Garut)

Blok Cikupakan Alami Longsor, Jalur Puncak Darajat dan Kawah Darajat Terputus

GARUT, PRIANGANPOS.COM - Bencana longsor kembali terjadi di Kabupaten Garut, kali ini bencana longsor terjadi di Blok Cikupakan, Desa Karyamejar, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jum'at (19/11/2021).

Camat Pasirwangi, Saepul Hidayat, menyampaikan laporannya, akibat dari bencana longsor ini, jalan penghubung antara Puncak Darajat dengan kawah darajat terputus.

"Ini longsor memutuskan jalan dari arah puncak darajat menuju kawah darajat, ini posisinya di Blok Cikupakan ini merupakan perbatasan antara Desa Karyamekar dan Desa Sarimukti," ujar Camat Pasirwangi dalam keterangannya melalui aplikasi pesan singkat Whatsapp.

Ia menuturkan, saat ini ada beberapa pegawai yang terjebak akibat terputusnya jalan yang biasa dilalui oleh petani dan pekerja proyek PT. Star Energy ini.

"Di atas masih ada pegawai yang melakukan proyek yang mungkin kesulitan untuk turun, untuk alat-alat berat tidak bisa turun ke bawah karena terputus.

Saepul mengungkapkan, selain di daerah Desa Karyamekar, longsor juga terjadi di beberapa daerah lain di Kecamatan Pasirwangi, seperti di daerah jalan menuju kawah darajat, dan juga di daerah Desa Padaawas. Beberapa kejadian longsor ini diakibatkan oleh debit yang sangat tinggi, karena derasnya hujan yang terjadi didaerah tersebut.

"Selain itu pula, (longsor juga terjadi) di daerah Sukasari Desa Padaawas ini (akibat) debit air yang sangat tinggi. Panjang jalan yang terputus kurang lebih sekitar 100m dengan ketinggian kebawah itu sekitar 70m," katanya.

Sementara itu, Head of Policy, Government, & Public Affairs Star Energy Geothermal Darajat, Nungki Nursasongko mengatakan Star Energy turut prihatin atas kejadian bencana alam tanah longsor yang terjadi. Kejadian itu juga tidak menyebabkan adanya korban baik luka maupun jiwa dari penduduk setempat dan karyawan Star Energy.

Terkait dengan kerusakan yang ditimbulkan dari bencana alam ini, pihaknya juga menegaskan tidak ada fasilitas umum yang rusak dan jalan yang rusak akibat longsor tersebut bukanlah fasilitas atau jalan umum melainkan akses opersional pembangkit listrik Star Energy.

“Puji syukur tidak ada korban dan tidak ada kerusakan fasilitas umum. Bahkan, dapat kami pastikan juga tidak ada kerusakan pada fasilitas pembangkitan listrik yang dapat mengakibatkan kebocoran uap,” ujar Nungki.

Star Energy telah melakukan koordinasi untuk penanganan bencana dengan BPBD dan pihak terkait lainnya. Star Energy juga memastikan bencana alam tanah longsor ini tidak menganggu operasional pembangkitan listrik di unit 1, 2 dan 3 milik Star Energy Darajat.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut, Satria Budi, mengatakan berkaitan dengan bencana longsor yang terjadi di Kecamatan Pasirwangi ini, pihaknya langsung melakukaan koordinasi dengan pihak Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Pasirwangi dan juga dengan pihak PT. Star Energy.

"Setelah koordinasi dengan pihak Forkopincam penanganan sedang dikoordinasikan dengan pihak Star Energy karena kawasan tersebut merupakan wilayah Star Energy." tandasnya.

Bencana longsor yang terjadi pukul 11.45 WIB ini, memiliki kerawanan terjadi longsor susulan, dikarenakan cuaca yang terus memburuk serta tanah yang terlihat masih adanya longsoran-longsoran kecil. Selain itu, akibat dari bencana longsor ini rawan terjadinya kebocoran pipa uap yang menyalurkan ke PT. Star Energy. ***

Penulis/Pewarta: Tim Priangan Pos
Editor: Ibnu
©2021 PRIANGANPOS.COM

Komentar