221026102227-nasib.jpg

(Foto: koran-jakarta.com)

Nasib Para Petani di Ujung Tanduk

Oleh Elis Rohayati*

Para petani di desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung Jawa Barat, masih terus memanen padi meskipun mendung dan diiringi genangan air sisa semalam yang diguyur hujan, tak ada satu petak pun yang dilewati berjam-jam menunduk tak membuat mereka menyerah.

Menurut petani yang bernama Eti kusaeti (46) mengatakan panen kali ini tak segemilang tahun tahun sebelumnya, banyak hal yang mebuat petani setempat pesimis akan panen bulan ini, di tambah lagi pupuk bersubsidi sangat langka hingga cuaca ekstrim dan hama yang tiba tiba, sehingga mimpi dan harapan para petani sirna begitu saja.

Belum lagi persoalan menyempitnya lahan yang kalah dengan pembangunan pabrik dan perumahan menambah kuat para petani untuk berhenti meladang. (Kompas.com 19/10 2022)

Inilah nasib yang dalami oleh para petani, semua ini merupakan buah dari diterapkannya sistem kapitalisme sekuler, dimana rakyat semakin menderita dan para pemilik modal semakin berkuasa, di sini tidak ada peran pemerintah bagaimana solusi buat permasalahan yang sedang dihadapi oleh para petani tersebut, sehingga nasib para petani berada di ujung tanduk.

Berbeda dengan Islam, ketika ada persoalan atau masalah, seorang pemimpin akan bisa mencarikan solusi buat permasalahan umat, di mana peran pemimpin itu ibarat pengembala, seorang pemimpin bertanggung jawab atas rakyatnya, ketika ada persoalan seperti yang di alami oleh petani maka sebagai seorang khalifah akan di carikan solusinya agar para petani semangat dalam menanam padi terlebih yang ditanam itu merupakan kebutuhan pokok yang dibutuhkan oleh manusia.

Maka dari itu, yuk kita berjuang agar syariat Islam segera tegak di muka bumi ini, dengan itulah rakyat akan sejahtera. Wallahu Alam bi as showab.***

*)Penulis adalah anggota Komunitas Pena Bandung tinggal di Kabupaten Bandung

Seluruh materi dalam naskah ini merupakan tanggung jawab pengirim. Gugatan, somasi, atau keberatan ditujukan kepada pengirim.
TAGS:

Komentar