Ancaman Gempa di Kabupaten Bandung

221130202922-ancam.jpg

Foto gempa di Cianjur (Foto: tempo.co)

Oleh Indun Tri parmini*

Gempa cianjur yang terjadi pada 21 November 2022 banyak memakan korban, BNPB mencatat korban meninggal dunia berjumlah 321 orang, 11 orang hilang serta korban luka-luka sebanyak 108 orang twrhitung hinga minggu (27/11/2022).

Banyak masyarakat yang kehilangan tempat tinggal baik kerusakannya parah, sedang maupun ringan. Gempa susulan pun masih terus terjadi sehingga masyarakat takut untuk tinggal di dalam gedung ataupun bangunan, Mereka memilih tinggal di tenda-tenda karena dirasa aman.gempa yang terjadi akibat aktivitas dari pergeseran sesar cimandiri gengan magnitudo 5,6 dan kedalaman 10 km.

Di Jawa Barat sendiri ada 5 sesar yang aktif yaitu sesar Cileunyi-Tanjungsari, sesar jati, sesar cicalengka, sesar legak kole,sesar lembang.salah satu sesar yang pernah mengguncang kawasan kabupaten bandung pada tahun 2019 yaitu sesar garsela, kala itu sesar garsela pernah aktif dan menyebabkan gempa bumi di kawasan kabupaten Bandung pada 11 februari 2019.

Kepala sub-bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami wilayah Jawa Barat di pusat vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) ahmad solihin mengatakan sesar garsela terdapat di perbatasan kabupaten bandung dengan kabupaten garut hingga ke garut bagian selatan, sesar tersebut terbagi kedalam dua segmen yang berbeda.

Sesar garsela tersebut menang aktif namun aktivitas kekuatannya tidak terlalu besar, namun aktivitas aktif dari sesar garsela ini cukup menimbulkan kerusakan sebelum tahun 2019 sudah terjadi 2 kali yaitu tahun 2016 dan tahun 2017.

Gempa yang terjadi adalah qodho dari Allah SWT, ketika Allah mengguncang bumi apalah daya kita sebagai manusia. Sebagai kepala negara rosulullah telah mencontohkan bagaimana mempersiapkan umat yang tinggal di kawasan gempa dengan sedemikian rupa.

Negara pun sudah semestinya mempersiapkan masyarakat yang tinggal di wilayah rawan gempa dengan memperhatikan segala sesuatunya seperti halnya membangun rumah yang tahan gempa, sehingga ketika gempa terjadi tidak menimbulkan kerusakan yang parah.

Allahualam bishowab

*) Penulis adalah ibu rumah tangga tinggal di Kabupaten Bandung

Seluruh materi dalam naskah ini merupakan tanggung jawab pengirim. Gugatan, somasi, atau keberatan ditujukan kepada pengirim.

Komentar