Benarkah Krisis Air Bersih Karena Iklim yang ekstrem?

230907134838-benar.jpg

Sungai yang debet airnya berkurang drastis di salah satu daerah di Kabupaten Bandung (6/9/2023). (Foto: Yellin Yuningsih)

Oleh Yellin Yuningsih, SE*

Air merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi manusia, baik untuk memenuhi kebutuhan jasmani juga kebutuhan mensucikan diri dari kotoran.

Di berbagai wilayah di Indonesia, hampir pada setiap musim kemarau atau iklim ekstrem, kualitas air menurun dan jumlah debit air juga berkurang.

Jika diperhatikan, apabila terjadi musim hujan dengan curah hujan yang tinggi dengan interval hujan yang lama, beberapa wilayah khususnya di Kabupaten Bandung akan mengalami banjir. Hal ini bisa terjadi karena sistem drainase yang buruk atau sampah yang menyumbat saluran sehingga air meluap ke badan jalan dan pemukiman. Sebaliknya, jika terjadi kemarau, sumur-sumur warga mengering dan sumber-sumber air lainnya juga sulit didapat karena kualitas dan kuantitasnya menurun. Padahal kebutuhan air bersih senantiasa tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari.

Kajian yang dilakukan oleh inaRisk, risiko kekeringan di Kabupaten Bandung berada di tingkat sedang menuju tinggi.

Sementara BPBD Kabupaten Bandung mengungkapkan, salah satu wilayah di Kabupaten Bandung yang mengalami dampak dari kekeringan adalah Desa Bojongmangu, Kecamatan Pameungpeuk. Disinyalir, sebanyak 600 warga terdampak kekeringan iklim yang ekstrem.

Dalam hal ini, peran negara sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas ketersediaan air bersih tetap mencukupi, baik saat musim hujan maupun musim kemarau.

Sayangnya semua tidak terjadi, masyarakat masih kesulitan untuk mendapatkan air bersih dan cukup meskipun tangki-tangki bantuan air bersih sudah dikerahkan.

Kenapa ini bisa terjadi?, itulah corak sistem pemerintahan yang menerapkan sistem sekuler kapitalisme.

Berbeda dengan sistem Islam, dimana Islam mengajarkan bagaimana cara mengelola air untuk memenuhi kebutuhan semua kalangan. Yakni, dengan membuat bendungan/dam yang mana senantiasa diawasi oleh tenaga ahli. Sementara masyarakat lokal berkontribusi memelihara saluran-saluran yang ada. Ditambah dengan penanaman tumbuhan baik kebun, pesawahan, dan hutan yang proporsional serta juga tata letak kota yang baik.

Air Bersih senantiasa tersedia untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sejatinya perlu pengelolaan dan pengawasan yang benar dan tepat.

Dalam perspektif Islam air itu tanggung jawab negara karena menyangkut hajat hidup orang banyak sebagaimana dalam sebuah hadist Rasulullah Saw. bersabda, "Kaum Muslim berserikat dalam tiga perkara yaitu padang rumput, air, dan api". (HR. Abu Dawud dan Ahmad).

Maka untuk setiap orang, di manapun dan kapanpun berhak mendapatkan air bersih yang berkualitas dengan mudah. Semua itu dapat terwujud dengan menerapkan Islam secara menyeluruh. Wallahu'alam bi as showab.***

*) Penulis adalah Ibu Rumah Tangga tinggal di Kabupaten Bandung

Seluruh materi dalam naskah ini merupakan tanggung jawab pengirim. Gugatan, somasi, atau keberatan ditujukan kepada pengirim.

Komentar