Nasib Sandwich Generation di Sistem Kapitalis

(Kredit Foto: gramedia.com)
Oleh Jumaroh, S.E.*
Sandwich Generation adalah kelompok individu yang secara finansial dan emosional harus menopang dua generasi sekaligus: orang tua yang menua dan anak-anak yang masih bergantung.
Dalam sistem kapitalis seperti sekarang ini nasib mereka sering kali penuh tekanan karena tuntutan ekonomi, pekerjaan, dan kehidupan pribadi yang berat.
Dikutip dari antaraNews (14/02/2025) menurut data terbaru Pinhome bersama dengan YouGov menunjukkan setidaknya ada 41 juta orang di Indonesia yang masuk dalam kategori "Generasi Sandwich" atau 26 persen Gen Z.
Banyak Faktor yang memicu hal tersebut diantaranya adalah
1. Biaya Hidup yang Tinggi
2. Minimnya Jaminan Sosial
3. Tuntutan Karier yang Tinggi
4. Budaya Konsumerisme
5. Peningkatan Usia Harapan Hidup
Harga kebutuhan pokok, pendidikan, dan layanan kesehatan terus meningkat, sementara kenaikan gaji tidak selalu sebanding. Hal ini membuat banyak orang terjebak dalam kesulitan finansial.
Sistem kapitalis cenderung menekankan pada kemandirian individu. Negara dengan jaminan sosial yang lemah membuat tanggungjawab merawat orang tua sepenuhnya dibebankan kepada anak-anak mereka.
Pada akhirnya banyak Sandwich Generation yang mengalami tekanan finansial yang memaksa mereka untuk mengejar jenjang karir demi ekonomi yang lebih baik, atau dengan bekerja lebih dari satu pekerjaan demi mencukupi kebutuhan keluarga.
Disisi lain, tanggungjawab ganda sering kali menyebabkan stress kronis dan kesehatan mental terganggu. Bahkan menahan diri untuk tidak menikah karena merasa memiliki tanggungjawab yang belum tuntas. Juga gaya hidup yang ingin memenuhi standar sosial media menjadikan mereka terjerat dalam hutang.
Dalam Islam, kesejahteraan keluarga menjadi tanggung jawab bersama dengan prinsip yang adil dan berkeadilan. Islam memberikan solusi komprehensif bagi Sandwich Generation melalui sistem ekonomi, sosial, dan spiritual yang lebih manusiawi dibanding kapitalisme.
Dalam Sistem Ekonomi Islam adanya Zakat berfungsi sebagai jaring pengaman sosial yang membantu kaum dhuafa, termasuk lansia yang tidak memiliki penghasilan.
Dan Infak dan sedekah dianjurkan untuk membantu keluarga besar, meringankan beban generasi pekerja.
Serta Islam melarang riba dan hutang berlebih, menganjurkan transaksi yang adil agar ekonomi keluarga lebih stabil.
Sedangkan dalam Sistem kapitalis mendorong individu untuk berutang dengan bunga (riba), yang justru memperburuk beban finansial.
Adapun Kewajiban Nafkah dalam Islam adalah tanggungjawab ayah untuk anak dan istri.
Anak-anak diwajibkan membantu orang tua jika mereka tidak mampu.
Dan Negara dalam Islam bertanggung jawab atas warga miskin dan lansia yang tidak punya penopang finansial.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Pemimpin adalah pengurus rakyatnya dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyat yang ia urus."(HR. Bukhari No. 893 & Muslim No. 1829)
Negara Islam (Khilafah) bertanggung jawab memberikan layanan kesehatan, pendidikan, dan jaminan sosial bagi rakyatnya.
Islam memberikan solusi bagi Sandwich Generation dengan menyeimbangkan tanggung jawab ekonomi, sosial, dan spiritual. Dengan menerapkan sistem Islam, generasi pekerja tidak akan tertekan oleh tuntutan kapitalisme yang berat, karena ada dukungan dari keluarga, masyarakat, dan negara. Keseimbangan inilah yang menjadikan Islam sebagai sistem yang lebih manusiawi dan penuh keberkahan.
Wallahu alam bishowab
*) Penulis adalah Jamaah Majelis Ta'lim Khoirunnisa
Seluruh materi dalam naskah ini merupakan tanggung jawab pengirim. Gugatan, somasi, atau keberatan ditujukan kepada pengirim.