211116133521-mayda.jpeg

(Foto: Istimewa)

Mayday Ormas Day se-Jabar

Oleh Nandang Burhanudin

Selasa, 16 November 2021, baru saja usai digelar perhelatan Ormas Day Se-Jabar yang dihadiri lengkap Gubernur Jabar, Ketua DPRD Jabar, Kajati, Kapolda, urusan Pangdam Siliwangi, dan tentunya unsur Kesbangpol.

Patut diacungi jempol, upaya Kepala Kesbangpol Jabar dalam ikhtiar aktif, menyatukan ormas-ormas dengan tagar #peaceandloveforJabar. Acara dihadiri seluruh undangan, 400-an peserta. Sangat antusias, tepat waktu, dan patuh protokol kesehatan.

Saya sendiri sebagai Ketua Gerakan Arah Baru Indonesia Jawa Barat, hadir "tuturubun", melibas macet sepanjang jalan Cileunyi-Cibiru-Gedebage-Al-Islam-Samsat-TSM-Hotel Horison. Tak peduli jalanan kotor, berlubang, genangan air, pengeluaran bensin, plus biaya parkir.

Hingga pukul 09.54, acara Ormas Day belum dibuka. Alat musik dan pemainnya sudah siap dipanggung. Saya pikir akan ada atraksi seni budaya Sunda, atau tampilan eksentris ala Kang Emil di acara yang baru digagas.

"Ngalagu euy atuh, supaya teu bosen", kata urusan dari Kosgoro 1957.

" Iya Kang. Lebar (sayang) waktu", ucap saya.

Wajar jenuh. Jam 07.00 peserta sudah "bejibun" di lobby hotel. Memang ada swab. Sepantasnya panitia menyiapkan hidangam hangat atau cemilan ala Sunda, dipastikan banyak yang belum sarapan. No food, no smoking, no singing. "Paket hemat, he he... ", tukas seorang peserta.

Nah betul, acara dibuka dengan tabuhan dan tarian manuk dadali, mengiringi kedatangan para tamu VIP. Pak Kapolda datang terlambat. Lalu dilanjut dengan doa, sambutan Kepala Kesbangpol, tayangan lagu nasionalisme, dan acara inti: pemaparan Kang demi, Gubernur Jabar tentang Ormas Day dan niatnya mengapresiasi organisasi kemasyarakatan, LSM yang berkiprah dalam pembangunan di Jabar.

Saya pikir, akan ada sambutan pak Kapolda Jabar atau dari DPRD, atau dari perwakilan Ormas. Namun acara semua berakhir dengan pantun Kang RK, "Aura kasih sakit gigi" terimakasih dan pamit pergi. RK bergegas salaman ke seluruh tamu VIP dan langsung pergi menuju Lembang.

Satu jam acara Ormas Day. Apakah ini bagian dari upaya Kang RK untuk persiapan di 2024? Bisa iya, bisa tidak. Tapi hemat saya, disayangkan, acara yang menghabiskan puluhan juta tersebut, dengan tema yang humanis, hanya diisi pemaparan kemenangan Jabar di PON Papua, atau pantun yang sekedar canda. Hargai peserta yang "tuturubun" dari luar kota. ***

Seluruh materi dalam naskah ini merupakan tanggung jawab pengirim. Gugatan, somasi, atau keberatan ditujukan kepada pengirim.

Komentar