BANDUNG, PRIANGANPOS.COM - Sejumlah wartawan yang biasa meliput kegiatan keagamaan di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Barat menyayangkan sikap arogansi yang diperlihatkan salah seorang satuan pengamanan (satpam) di lingkungan kantor tersebut.
Pasalnya, satpam tersebut menghardik wartawan agar tidak memasuki aula. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, Selasa (13/4/2021), peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (7/4/2021) pagi.
Satpam berinisial Uj yang mengaku koordinator satpam itu, selama ini dikenal beberapa wartawan sebagai sopir salah seorang Kepala Bagian di Kemenag.
Ketika itu, salah seorang wartawan yang biasa meliput di Kanwil Kemenag Jabar, Deny mengaku sudah janjian dengan salah seorang pejabat kantor yang beralamat di Jalan Sudirman Bandung tersebut.
Terkait kondisi tersebut, Deny mengaku sudah mengikuti posedur yang berlaku. Apalagi selama ini dia pun sudah sangat dikenal di lingkungan Kanwil Kemenag Jabar.
Deny pun, atas izin dua orang satpam bernama Suparman dan Untung, diperkenankan memasuki ruangan sekaligus diberikan ID Card Tamu.
Namun ketika sedang duduk di kursi tunggu, Deny tiba tiba disuruh kembali untuk menghadap Uj. Saat itu, Uj melarang Deny masuk Kantor Kemenag Jabar tanpa menjelaskan alasannya.
"Teu meunang asup ku sayah," hardiknya sambil melotot dan meminta ID Card Tamu dikembalikan.
Sebagai wartawan peliput di Kemenag Jabar, Deny berusaha untuk menjelaskan posisinya sambil mengatakan kalau dirinya sudah melakukan protap liputan di Kemenag Jabar. Namun tetap saja uj menolak kehadirannya.
Atas peristiwa itu Deny dan sejumlah wartawan peliput di Kemenag Jabar menyayangkannya.
Dua wartawan senior Teteng Saftarie dan Dedi Asyikin pun, sangat menyayangkan sekali peristiwa tersebut sebagai kejadian yang berulang-ulang dialami wartawan di kemenag Jabar.
Peristiwa pertama ketika wartawan merasa dilecehkan zaman Kakanwil Muhaimin yang memicu unjuk rasa wartawan di halaman Jalan Sudirman Bandung. Sejumlah pasukan Polisi dari Polwiltabes Bandung saat itu turut mengamankan situasi.
Peristiwa kedua, saat almarhum wartawan Hendy yang hampir beradu fisik dengan salah satu pejabat yang kini dimutasikan ke Kemenag Kabupaten Sumedang.
Terakhir petistiwa penghardikan yang dialami Deny dari oknum yang mengaku sebagai koordinator satpam di Kanwil Kemenag Jabar.
Teteng mengharapkan, peristiwa ini diselesaikan melalui kekeluargaan dan permufakatan. Sekalipun hak wartawan yang merasa mendapatkan perlakuan tidak pantas untuk melaporkannya ke polisi.
Teteng yang mantan Ketua Pokja Wartawan Liputan Agama Jabar dan mantan pengurus PWI Jabar itu berharap agar peristiwa semacam tidak terulang lagi di kemudian hari. ***
