Pembunuhan Soleimani Jadi Tema Kampanye Donald Trump, Warga AS Minta Iran Tak Serang Wilayahnya

200111004556-pembu.jpg

()

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjadikan aksi pembunuhan terhadap petinggi militer Iran, Mayor Jenderal Qassem Soleimani sebagai tema kampanyenya agar terpilih kembali.

Dalam pidatonya, Trump menyatakan, kematian Soleimani dapat menyelamatkan banyak nyawa dan mengantarkan "keadilan bagi Amerika." Ia menuduh Soleimani mengatur aksi unjuk rasa dengan kekerasan oleh kelompok-kelompok dukungan Iran di Kedutaan Besar AS di Baghdad awal Januari.

Presiden 73 tahun itu pun menuduh Jenderal Iran berusia 62 tahun itu terus merencanakan serangan terhadap kedutaan AS di wilayah Timur Tengah. "Namun kami menghentikannya.

Kami menghentikannya secara cepat. Kami menghentikannya dengan tangan dingin," klaim Trump saat kampanye politik masif pertama Tahun 2020 di Ohio, dilansir Sky News, Jumat (10/1/2020).

Trump pun berkesempatan mengejek Ketua DPR AS Nancy Pelosi, serta politisi senior Demokrat Adam Schiff karena menentang pembunuhan komandan Pasukan Quds itu. Ia mengaku tak meminta persetujuan DPR AS terkait rencana pembunuhan Soleimani karena bakal dibocorkan kepada media. "Kami tak punya waktu menghubungi Pelosi, yang tentunya akan membocorkannya kepada teman mereka di media korup," ejeknya.

Kematian Qasem Soleimani membuat publik Iran marah. Pasalnya, dia dikenal sebagai petinggi militer berpengaruh di kawasan. Keputusan sepihak Trump untuk melakukan serangan drone yang menewaskan Soleimani di Bandara Internasional Bagdad Irak ternyata menuai banyak kecaman. Kecaman tersebut tak hanya datang dari negara lain, namun juga orang Amerika itu sendiri.

Tagar Dear Iran menjadi trending topic di media sosial Twitter di AS. Melalui tagar tersebut, publik Amerika, serius atau pun tidak, meminta Iran untuk tidak menyerang AS. Seperti akun @keiramilan yang tinggal di negara bagian AS, Texas. Ia berharap agar Iran tidak menyerangnya karena ia mengaku Texas bukan bagian dari AS, "Dear Iran, Texas bukan bagian dari Amerika Serikat". Hal yang sama juga diungkapkan oleh @embercervantes, "Dear Iran, New Mexico BUKAN bagian dari Amerika Serikat".

Ada juga @cuiii777, "Dear Iran, California telah memiliki banyak orang Meksiko. Jadi kami secara teknis adalah orang Meksiko". Bahkan artis terkenal di AS, Rose McGowan, melalui akun @rosemcgowan mengatakan bahwa pemerintahan Trump adalah rezim teroris. "Dear Iran, Amerika Serikat telah tidak menghormati negaramu, benderamu, orang-orangmu. 52 persen dari kami dengan rendah hati meminta maaf.

Kami menginginkan perdamaian dengan bangsamu. Kami menjadi jahat karena rezim teroris.

Kami tidak tahu bagimana keluar. Tolong, jangan bunuh kami," cuitnya. Masih banyak cuitan lain yang menyatakan keputusan Trump untuk membunuh Soleimani adalah keputusan sepihak tanpa mempertimbangkan keinginan warga AS.

Artikel ini telah tayang di galamedianews.com, link: https://www.galamedianews.com/dunia/244225/pembunuhan-soleimani-jadi-tema-kampanye-donald-trump-warga-as-minta-iran-tak-serang-wilayahnya.html
Penulis: H. D. Aditya
Editor: H. D. Aditya

Penulis/Pewarta: Ibnu
Editor: Ibnu
©2020 PRIANGANPOS.COM

TAGS:

Komentar