Kerjasama BNPB Bersama Pemuda Pancasila Dalam Percepatan Penanganan Covid-19

Reporter: Administrator | Minggu, 14 Juni 2020 | 14:32 WIB

www.prianganpos.com  Bandung -  Presiden Jokowi meminta Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 memperkuat konsolidasi dengan Gugus Tugas atau pemerintah daerah baik itu provinsi maupun kabupaten atau kota dalam menangani penyebaran virus Corona. "Hingga ke RT-RW, Perkuat koordinasi internal forkopimda (forum komunikasi pimpinan daerah)," ujar Jokowi saat meninjau kantor pusat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Bukan hanya Pemerintah daerah, Organisasi Masyarakat Pemuda Pancasila Nasional bekerja sama dengan Indika Foundation dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana melakukan aksi kemanusian dan sosial terkait dengan percepatan penanganan Covid-19 yang telah menjadi pandemi, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia. Kegiatan tersebut antara lain pembagian paket sembako kepada warga kurang mampu yang terdampak pandemi covid-19, penyemprotan disinfektan secara outdoor maupun indoor, pembagian vitamin c yang diharapkan dapat meningkatkan imunitas tubuh masyarakat, pemasangan stiker tentang pentingnya hidup sehat dan keutamaan gotong royong, sosialisasi pencegahan penyebaran covid-19 , pembagian buku tulis, hand sanitizer serta pemberian APD kepada beberapa pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) Bandung 13/Juni/2020.

Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kota Bandung sebagai salah satu Organisasi Kemasyarakatan yang selalu aktif dalam setiap kegiatan sosial kemanusiaan di Kota Bandung diberikan mandat oleh Gugus Tugas Covid -19 Pemuda Pancasila Nasional melalui Gugus Tugas Covid-19 Pemuda Pancasila Wilayah Provinsi Jawa Barat sebagai salah satu Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat Cabang dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 di Kota Bandung. Dengan melibatkan seluruh komponen mulai dari Pimpinan Anak Cabang tingkat Kecamatan, Pimpinan Ranting tingkat Kelurahan hingga Pimpinan Anak Ranting tingkat Rukun Warga dalam rangkaian kegiatan gugus tugas tersebut,.
Bertempat d Sekretariat Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kota Bandung Jl. Ir. H. Juanda No. 37 Kota Bandung, Ketua Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kota Bandung Bpk. Ir. Yayan Suherlan yang hadir dalam pelepasan Relawan Gugus Tugas Covid-19 mengatakan Persoalan yang paling mendasar sekaligus cikal bakal terjadi polemik tidak lepas dari statement dan janji-janji pemimpin yang manis, namun pahit dalam implementasi. Bahkan ketika ditagih, 1001 alasan dilontarkan untuk menghindari kewajiban menepatinya. Perilaku pemimpin seperti ini, memicu lahirnya ketidakpuasan di masyarakat. Masyarakat menjadi tidak percaya kepada pemerintah. Sementara pemerintah seakan tak peduli kepada masyarakat, dengan tetap menjalankan program meski tidak sesuai aspirasi masyarakat.
"Maraknya aksi demontrasi merupakan menunjukan tidak efektifnya kanal aspirasi dan wujud kekecewaan masyarakat terhadap program yang tidak aspiratif," Ungkap Ketua MPC PP Kota Bandung Ir.Yayan Suherlan.

Era demokrasi, selain memberikan efek positif terhadap kebebasan dan kesetaraan hak, juga menunjukan dimensi negatifnya. Demokrasi menjadi panggung adu kekuatan, pemerintah vs masyarakat, masyarakat vs masyarakat. Mari kita teladani Seorang Rosululloh SAW yang memiliki wawasan berpikir hebat dan luar biasa, bahkan para sahabatnya dipastikan tidak bisa mengimbangi kejeniusan beliau, tetap saja senantiasa mengedepankan Musyawarah dalam setiap mengambil keputusan.
Persatuan dan kesatuan berada dititik nadir, ketika kondisi ini terus meruncing.Tidak tampak adu gagasan, yang terjadi adalah saling serang dan melemahkan. Masyarakat seperti diadu domba. Masyarakat terbelah dan saling berhadapan,".
Kondisi tersebut, seringkali berkepanjangan di masyarakat. Kendati masalah telah usai, namun perbedaan telah melahirkan 'aku vs kau', 'kamu vs kami'. Sementara 'kita' tersingkirkan dalam kehidupan bermasyarakat.


"Indonesia sejatinya ada karena kita, bukan karena 'kamu' atau 'kami', terlebih 'aku' apalagi 'kau'," terang Yayan.

Kondisi tersebut, dapat diidentifikasi dari sikap pemimpin dalam memutuskan kebijakan. Seringkali seorang pemimpin hanya mengakomodir kepentingan kelompoknya. Padahal, ketika menjadi pemimpin, maka dia tidak lagi milik kelompoknya.


Pemimpin kehilangan sense of crisis dalam menyikapi perbedaan dan kurang peka terhadap kritik dari masyarakat. "Harusnya pemerintah lebih memiliki sence of crisis, dan mengoptimalkan komunikasi untuk mencapai win win solution dalam menghadapi berbagai persoalan. Solusi dalam setiap persoalan, kurang memperlihatkan keadilan. Tidak saja kepada manusia, tetapi juga pada kondisi alam dan lingkungan.


Menyikapi kondisi tersebut, Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kota Bandung berkomitmen untuk berperan aktif dan produktif dalam setiap upaya menyelesaikan setiap persoalan di Kota Bandung. Sebagai salah satu ormas dengan basis massa yang cukup besar, saya ingin menampilkan Pemuda Pancasila Kota Bandung lebih santun, menjunjung tinggi budi pekerti luhur dan akhlak mulia. Sehingga dapt merubah imaje bahwa Pemuda Pancasila kota Bandung tidak hanya kuat otot dan kuantitas anggotanya yang banyak tetapi didukung juga oleh kualitas dalam setiap kiprah dan langkah perjuangannya.


Untuk itu Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila kota Bandung siap menjadi partner sekaligus mitra pembangunan yang tidak hanya mampu dan gagah dalam kuantitas tapi juga kualitas," ujar Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Bandung tersebut.


Dengan segala keterbatasan upaya yang dilakukan Majelis Pimpinan Cabang Pemuda pancasila Kota Bandung diantaranya melakukan penyuluhan-penyuluhanan terkait Covid 19 karena ketidaktahuan dan keterbatasan wawasanlah covid 19 menjadi sangat berbahaya, penyemprotan, pembagian desinfektan dan masker secara gratis, pemberian bantuan dalam bentuk sembako, program pengamana lingkungan, program penyuluhan dan pelaksanaan program ketahanan pangan serta program2 lainnya meski sejujurnya program tersebut seperti menabur garam di lautan.


harapan terbesar kita mendapat dukungan dari pemerintah dalam upaya melaksanakan Program Dapur Umum ditingkat basis yang melibatkan masyarakat dengan pertimbangan :


1. Bantuan pemerintah merata dan tidak berfihak apalagi dalam menghadapi Covid 19 ini memakai istilah perang.
2. Bantuan akan lebih effektip dan effisien karena dikelola oleh Dapur Umum yg melibatkan masyarakat ditingkat basis.
3. Masyarakat yg lebih mampu akan lebih respect memberikan bantuan karena jelas Dapur Umumnya di depan mata.
4. Para petani dan pengebun akan lebih diuntungkan karena bisa memasok Dapur Umum, bukan malah menguntungkan para saudagar/bandar sembako.
5. Kelemahan pendataan masyarakat terdampak yang selama ini sudah menjadi rahasia umum sudah tidak menjadi masalah lagi dengan adanya keterlibatan masyarakat ditingkat basis.
6. yang terpenting dari semua point di atas Dapur Umum di tingkat basis bisa dijadikan posko pendataan penyebaran Covid 19 karena basislah yang lebih tahu kemana dan darimana orang beraktifitas

Bagikan melalui: