Jokowi : Kalau Nanti Siswa Terpapar Covid-19, Ya Semuanya Menjadi Salah

Reporter: Administrator | Sabtu, 12 September 2020 | 10:27 WIB

Presiden RI, Joko Widodo

www.prianganpos.com JAKARTA - Pandemi Covid-19 rupanya memaksa pemerintah untuk melakukan berbagai upayanya guna menurunkan kurva pasien terinveksi Covid-19.

Sejumlah aspek termasuk pendidikan menjadi imbas ganasnya pandemi yang menyerang Indonesia. Meskipun sudah mensahkan ketetapan pembelajaran siswa dari rumah, nyatanya tak selalu berhasil baik.

Saat dihubungi Presiden Jokowi, seorang guru dari SMPN 7 Padang, Rika, mengaku banyak kendala yang ia temui di tengah proses mengajar dengan sistem daring.

"Jujur ya pak, kalau pembelajarannya sejauh ini kita tetap mengajar, tapi kita tidak bisa mengontrol anak itu mampu atau tidaknya. Karema kita gak bisa bertemu secara langsung," ujar Rika seperti dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden pada Jumat 11 September 2020.

Mendengar curhatan yang disampaikan guru tersebut, Presiden Jokowi paham betul dengan berbagai kendala yang ada, apalagi terkait fasilitas pembelajaran.

Dalam kesempatan ini guru SMPN 7 Padang ini pun menyampaikan fasilitas yang dimiliki siswanya sangatlah terbatas, ada beberapa siswanya yang bahkan tak bisa mengikuti pembelajaran karena tak memiliki handphone.

"Tidak semua pak, yang gak punya handphone kebetulan kita data namaknya kita cek anaknya kerumah memang tidak mampu, jadi kita fasilitasi kesekolah pak, pakai komputer sekolah, ada dua orang," jelas Rika.

Menanggapi curhatan Rika, Jokowi juga mengimbau bila keberlangsungan pembelajaran online harus disertai dengan dukungan dan motivasi dari orang tua/wali.

"Urusan belajar online, orang tua kan memegang peran sangat penting, wali siswa juga memegang peran sangat penting," ujar Jokowi.

"Yang paling penting memang bagaimana memotivasi anak agar semangat belajar dalam maasa pandemi tetap dalam posisi yang baik," sambungnya.

Guna mendengarkan aspirasi dari para guru, Jokowi mempersilahkan guru tersebut menyampaikan saran dan pesan untuk dirinya dan juga Kemendikbud.

"Kami pengennya bisa tatap muka langsung, seandainya memungkinkan mungkin kita bagi per shift masuknya ndak banyak-banyak. Kalau itu memungkinkan karena memang kasihan sekali anak-anak banyak yang tidak tahu (mengerti) pak. Itu yang paling utama," tukas Rika.

Namun, Jokowi kembali mengimbau bila cara ini merupakan satu-satunya jalan terbaik untuk mengindari adanya cluster baru penyebaran Covid-19.

"Ya memang alangkah baiknya kalau tatap muka, tapi masa pandemi seperti ini memang risikonya kalau nanti anak terpapar Covid-19, ya semuanya menjadi salah. Bu Rika tetap semangat dan salam untuk semua anak-anak terima kasih," pungkas Jokowi.

Bagikan melalui:

Berita Lainnya