BBM Naik, Apakah solusi?

220909212617-bbm-n.jpg

(Foto: 100KPJ)

Oleh Meri Mulyani, S.Si*

Pemerintah menaikan 3 jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) yakni Pertalite dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter, Pertamax Rp 12.500 per liter menjadi Rp 14.500 per liter dan untuk Solar Rp dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter.(merdeka.com/4 September 2022)

Walaupun akan mendorong peningkatan inflasi dan membahayakan perekonomian masyarakat, Pemerintah tetap menaikkan harga BBM karena merasa kondisi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sudah tidak lagi mampu menanggung BBM bersubsidi.

Berbagai perhitungan matematis berbasis teori kapitalis dirilis untuk meredam gejolak public akan kenaikan BBM. Padahal lebih penting dari itu adalah rakyat harus menyadari bahwa kekayaan alam migas adalah milik rakyat yakni kepemilikan umum. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah Saw yang diriwayatkan Abu Khurasyi dari sebagian sahabat Nabi Saw, berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Kaum Muslim itu berserikat dalam tiga hal, yaitu air, padang rumput dan api.” (HR. Abu Daud).

Menaikkan harga BBM jelas bukan solusi.

Penting bagi masyarakat untuk merenungi akar permasalahan ini. Sistem kapitalisme yang diterapkan saat ini meniscayakan kekayaan alam bebas dipindahtangankan ke individu, swasta, bahkan kepada asing. Akibatnya selalu saja masyarakat yang menanggungnya.

Berkebalikan dengan kondisi rakyat di era Islam yang selalu mendapatkan haknya. Dalam sistem Islam kaffah, pemanfaatan minyak dan gas, karena jenis harta ini adalah milik umum maka masyarakat berserikat di dalamnya, maka berarti setiap individu rakyat memiliki hak untuk memperoleh manfaat dari harta milik umum dan sekaligus pendapatannya. Hal ini bukan hanya migas saja, tapi juga setiap jenis barang tambang seperti emas, timah, dan jenis lainnya.

Dengan sistem seperti itu, maka pantas saja ketika ideologi Islam yang pernah menguasai 2/3 wilayah dunia kondisinya bisa sejahtera. Maka seharusnya demi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat bukanlah dengan menaikkan harga BBM tapi dengan menerapkan sistem Islam secara kaffah. Kenaikkan harga BBM ini akhirnya membuka mata masyarakat bahwa sistem kapitalisme nyata gagalnya dan solusinya adalah sistem Islam.***

*) Penulis adalah Pemerhati Kebijakan Publik, tinggal di Bandung

Seluruh materi dalam naskah ini merupakan tanggung jawab pengirim. Gugatan, somasi, atau keberatan ditujukan kepada pengirim.

Komentar