Mencegah Stunting Apakah Cukup Dengan Program Makan Gratis?

250111110332-mence.jpg

(Istimewa)

Oleh Jumaroh, S.E

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Dan makan gratis di sekolah adalah salah satu program dari pemerintah untuk mengurangi angka stunting.

Menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang dilakukan oleh Kemenkes, prevalensi stunting nasional sebesar 21,5 persen, turun sekitar 0,8 persen bila dibandingkan tahun sebelumnya (tahun 2022 sebesar 21.6 persen)

Dengan tujuan pelajar khususnya dari keluarga kelas ekonomi menengah ke bawah mendapat makanan yang bergizi.

Program ini akan serentak di mulai pada tanggal 6 Januari 2025, di semua sekolah berlaku dari jenjang Paud hingga SMA/SMK.

Di Karawang melalui Mediusnews.com (5/1/2025) mengatakan bahwa pemerintah daerah menargetkan 3.000 porsi makanan bergizi gratis di delapan sekolah yang berada dalam radius dekat dapur umum.

Program ini sangat di tunggu oleh sebagian masyarakat. Walaupun bila dicermati program ini sebenarnya belum tentu efektif dilakukan.

Dengan anggaran yang awalnya Rp15.000,- per porsi, kemudian dipangkas menjadi Rp10.000,- per porsi untuk mendapat makanan gizi dengan karbohidrat, protein, lemak, vitamin serta mineral. Akankah mencukupi dan memenuhi target sesuai dengan tujuan awalnya.

Masalah kesehatan memang sudah seharusnya menjadi perhatian pemerintah, namun solusi makanan bergizi di tiap sekolah bukan satu-satunya solusi untuk mengurangi apalagi mencegah.

Jika tujuannya adalah untuk mendapat makanan yang bergizi, maka artinya bukan hanya di sekolah yang memberikan. Tetapi juga di keluarga artinya sudah menjadi barang yang wajib keluarga memberikan makanan yang sehat dan bergizi.

Namun permasalahannya adalah belum tentu setiap keluarga mampu, terutama dari segi ekonomi. Apalagi dengan harga kebutuhan pokok yang selalu naik.

Sehingga, program ini tentu akan lebih efektif jika dilakukan bersama baik di sekolah ataupun di rumah. 

Dengan cara, pemerintah mampu menjamin keluarga menengah ke bawah mendapatkan kebutuhan pokok pangan dengan harga yang murah.

Sementara Islam memiliki pandangan khas dalam pemenuhan kebutuhan asasi manusia yang harus dipenuhi oleh negara, di antaranya sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan dan keamanan yang harus terpenuhi sebelum menyentuh kebutuhan sekunder.

Berarti sudah seharusnya kebutuhan pangan dan kesehatan yang sangat berkaitan ini menjadi perhatian pemerintah.
Dengan tidak membebankan harga beli terlalu tinggi pada masyarakat, sehingga mereka lebih mudah untuk membeli makanan yang bergizi.

Sehingga kebutuhan ini bukan hanya menjadi perhatian negara, tetapi juga keluarga sebagai bentuk tanggung jawab pemenuhan nafkah.

Dalam hal ini butuh pemimpin negara yang amanah dalam mengelola negara. sehingga kebutuhan rakyat terpenuhi tanpa ada tumpang tindih.

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat (Q.S. An-Nisa: 58)

Maka Islam memberikan solusi untuk mengatasi stunting dengan cara mengembalikan aturan Ilahi diterapkan oleh negara secara maksimal.

Wallahu'alam bishowab.

*) Penulis adalah Jamaah Majelis Taklim Khoirunnisa

Seluruh materi dalam naskah ini merupakan tanggung jawab pengirim. Gugatan, somasi, atau keberatan ditujukan kepada pengirim.

Komentar