Kolaborasi Kebaikan, Jembatan Sepanjang 60 Meter Jadi Penyambung Dua Kampung di Kab. Cianjur

251231131714-kolab.jpeg

(Foto: Sinergi Foundation/dok)

BANDUNG, PRIANGANPOS.COM - Kolaborasi lintas lembaga dalam pengelolaan dana umat kembali menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat. Sinergi tersebut diwujudkan melalui pembangunan fasilitas publik yang memberikan manfaat langsung bagi warga. Salah satunya dirasakan oleh ribuan masyarakat Kampung Bojong dan Kampung Puncak Keusik, Desa Wangunjaya–Mekarsari, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur. Melalui kerja sama antara Sinergi Foundation dengan program Sasaka Indonesia dan Permata Bank Syariah melalui Unit Pengelola Zakat dan Dana Kebajikan (UPZDK), sebuah jembatan penghubung sekitar 60 meter berhasil dibangun dan diresmikan.

Wakil Ketua UPZDK, Awaludin Gumbira menyambut baik kerjasama ini, dirinya menilai kolaborasi ini bukan sekadar menghadirkan fasilitas fisik (bangunan) bagi sasaran program. Lebih dari itu, menurutnya pembangunan jembatan merupakan bagian dari upaya optimalisasi penyaluran dana umat agar tepat guna, berkelanjutan, dan berdampak luas bagi akses pendidikan, kesehatan, serta perekonomian masyarakat setempat.

“Bangunan jembatan, mari kita pandang secara lebih luas, bukan hanya membangun fisik tapi juga mengandung sebuah esensi. Di dalamnya ada aspek pendidikan, ekonomi, sampai kesehatan,” katanya, usai melakukan penandatanganan secara simbolis, Sabtu (27/12) kemarin.

Awaludin menjelaskan, dari segi pendidikan, jembatan ini bisa menjadi penghubung anak-anak, guru sekolah, atau guru mengaji saat melakukan proses pembelajaran. Bukan tidak mungkin, kehadiran jembatan ini, sambungnya, menjadi simbol atau media lahirnya generasi unggul penerus bangsa dan agama.
Dirinya melanjutkan, terkait aspek ekonomi, jembatan ini menjadi penghubung jihad masyarakat dalam mencari nafkah untuk keluarga, mendorong pertumbuhan ekonomi, menjual hasil bumi, produk lokal, sampai kearifan budaya. “Lebih luas lagi kalau kita berbicara aspek kesehatan, tentunya dalam rangka ikhtiar mencari kesembuhan, ketika ada yang sakit tidak harus memutar dan cepat dalam mendapatkan tindakan,” ucapnya.

Senada dengan pernyataan tersebut, Head of ZIS Directorate Sinergi Foundation. Waeli Mohdan juga meyakini hal yang sama. Pada sambutannya, dirinya menyampaikan banyak terimakasih kepada masyarakat sekitar yang turut berkontribusi sampai terbangunnya jembatan ini. Secara khususnya, dirinya juga berterima kasih kepada UPZDK dan Permata Bank yang telah mempercayai Sinergi Foundation sebagai mitra.

Waeli juga mengungkapkan, jika proses pembangunan jembatan gantung beralas pijak plat bordes ini dilaksanakan selama 90 hari, terhitung dari tanggal 01 Oktober 2025 sampai 01 Desember 2025. Mulai dari fase persiapan tim, pembelanjaan material, perjalanan, pabrikasi, instalasi bentangan hingga finishing.

Dikatakannya, rencana usia jembatan bisa mencapai 25 sd 30 tahun, meliputi konstruksi dan material jembatan lainnya. Hal itu juga tergantung dari cara penggunaan dan perawatan masyarakat sebagai pengguna, di luar peristiwa terjadinya bencana.

“Saya titip kepada masyarakat untuk sama-sama kita rawat, jangan diabaikan apalagi dirusak, Karena jembatan ini menjadi akses penting dua wilayah, semoga awet dan menjdi pahala jariyah, baik bagi yang membangunnya, relawan, mitra, terkhusus donator,” ucapnya.

Kegiatan peresmian dilakukan dengan melakukan penandatanganan prasasti dan serah terima SK Penyerahan jembatan kepada pemerintah setempat. Sekaligus dibentuk juga tim yang menjadi penanggung jawab serta pemeliharaan jembatan. Di dalam acara itu juga, Permata Bank dan UPZDK Melalui Sinergi Foundation memberikan bantuan sosial. Sebanyak 84 paket sembako diberikan kepada warga dhuafa, lansia, anak yatim, guru ngaji, hingga marbot masjid.

Sementara itu, menurut Warsudin selaku tokoh masyarakat Kampung Puncak Keusik, jembatan yang dibangun ini menjadi akses penting, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah Wangunjaya Kecamatan Naringgul Kabupaten Cianjur. Pasalnya, sebelum jembatan tersebut diperbaiki, untuk mencapai desa seberang, warga terpaksa harus memutar kurang lebih 30 km jauhnya. Dikatakannya, jembatan dengan panjang sekitar 64 -100 meter dan lebar 1,2 meter ini, setiap harinya dilalui kurang lebih 300-500 orang aktif 24 jam,

“Hal ini karena jembatan tersebut adalah akses satu-satunya. Total penduduk sekitar jembatan bisa dikatakan lebih dari 10 ribu jiwa. Jadi ini bukan hanya menghubungkan satu desa tapi 10 dusun, puluhan RT dan RW. B‌ila tidak ada atau jembatan rusak, seluruh aspek kehidupan di dua désa tersebut akan lumpuh, karena kita saling bergantung ada klinik/puskesmas, sekolah, dan ekonomi atau menjual hasil bumi, dan lain-lain,” paparnya.

‌Dirinya menerangkan jika jembatan itu pada awalnya dibangun pada 1992 silam melalui swadaya masyarakat dan pemerintahan setempat. Namun sayang, seriring waktu, karena usia jembatan yang sudah tua serta padatnya lalu lalang di jembatan ini, sehingga menjadi rusak. Bahkan, sambungnya, ada beberapa kali kejadian orang hampir jatuh, juga motor setengah badan sudah hampir terjun.

"Terima kasih atas kehadiran tim Sasaka (Sinergi Foundation) dan terlebih kepada masyarakat sekitar yang setiap harinya hadir membantu, ada bantuan tenaga ada juga jamuan makanan, minimal 10 maksimal 40 orang sehingga proses pengerjaannya terbilang cepat. Sekali lagi kami sangat berterimakasih bersyukur atas dibangunnya jembatan ini,” pungkasnya.

Penulis/Pewarta: Muhamad Basuki
Editor: Ibnu
©2025 PRIANGANPOS.COM

Komentar