220411084904-hoaks.jpg

Pemandangan kota Manokwari dilihat dari udara. (Foto: Republika)

[Hoaks] Pemda Manokwari Larang Adzan, Bangun Masjid, dan Aktifitas Agama Islam Lain

BANDUNG, PRIANGANPOS.COM - Hoaks lama tentang Pemerintah Kota Manokwari melarang aktifitas keagamaan kembali beredar di aplikasi Whatsapp dan media sosial.

Tulisan tersebut memuat informasi keliru dan konten menyesatkan.

Konten yang sudah menyebar tersebut adalah sebagai berikut:

Innaalillaahi wainnaa ilaihi roji'uun.

Mohon kesediaannya sbg umat Muslim melakukan doa untuk sodara2 kita di Jayapura.
Dalam upaya penolakan terhadap pemda manokwari yang menetapkan Manokwari sebagai kota INJIL & melarang :
1. Perempuan Berjilbab
2. Adzan
3. Pembangunan Mesjid dll.
Mohon sebarkan ke umat Islam (berita dari ukhti/saudari kita di Jayapura).
Tolong di Broadcast sebanyak²nya,Minimal agar yang lain tahu bagaimana perkembangan Islam di Jayapura,Tolong sebarkan saudaraku.
Jazakumullahu khairan katsira mudah²an kebaikannya dibalas Allah SWT, Aamiiin...

"Barang siapa menolong agama اَللّه maka sungguh اَللّه akan menolongnya

“Dan Barang siapa yang mengabaikan agama اَللّه , اَللّه akan abaikan dia Nanti di hari yang menakutkan"

sungguh pertolongan allah akan diberikan kepada orang yg membela agama Dan sungguh Azab اَللّه sangatlah pedih:(ini hanya lanjutan bc..tp sebaiknya kita menyebarkan ini sebagai rasa peduli kita dengan agama ISLAM..

Berita terkait
m.republika.co.id/berita/nasional/daerah/15/09/22/nv24pp365-manokwari-kota-injil-jadi-alasan-pelarangan-berdirinya-masjid

Menurut situs turnbackhoax.id, hoaks ini berulang, dan pernah beredar pada tahun 2017. Faktanya, Pemkab Manokwari menyatakan bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan aturan tentang larangan menggunakan hijab. Pula soal adzan, MUI Papua Barat menegaskan tidak ada larangan adzan seperti yang terdapat pada klaim. Permasalahan terkait pembangunan Masjid di Manokwari sudah selesai pada 2017, dan proses pembangunan bisa dilanjutkan.

Mengenai kronologi insiden penolakan pembangunan masjid oleh beberapa oknum, Republika.co.id menyebutkan pada rilis beritanya (Selasa 22 Sep 2015 09:39 WIB), kejadian itu terjadi pada bulan September 2015.

Dengan demikian, informasi ini dikategorikan sebagai misleading content atau konten menyesatkan. ***

Penulis/Pewarta: Muhamad Basuki
Editor: Ibnu
©2022 PRIANGANPOS.COM

Komentar